Mengenal Jenis Jenis TikTok Ads untuk Digital Marketing Perusahaan

Dengan banyaknya jumlah pengguna TikTok dan kecenderungan mereka yang rata rata sangat aktif dalam mengakses platform tersebut, TikTok ads menjadi begitu populer digunakan oleh perusahaan perusahaan untuk melakukan campaign marketing bagi brand mereka. Jika anda tertarik, kenali jenis jenis pengiklanan TikTok berikut ini terlebih dahulu.

Jenis Jenis Iklan yang Ada di TikTok

1. Hashtag Challenge

Hashtag challenge termasuk jenis iklan yang cukup unik di TikTok. Dimana sebuah brand biasanya akan meminta para pengguna di TikTok untuk merekam atau membuat sebuah video, dengan melakukan sesuatu hal kemudian mempostingnya dengan menggunakan hashtag tertentu.

Umumnya, video yang diminta yaitu para pengguna yang tengah melakukan gerakan seperti tarian koreografi tertentu. Tapi juga bisa kegiatan lain sesuai dengan brand terkait. Karena mendorong keterlibatan pengguna, jenis iklan ini dinilai dapat membangun brand awareness bisnis dengan baik. Akan tetapi diperlukan ide yang kreatif agar tantangan yang dibuat bisa menjadi trend.

2. TopView

Jenis TikTok ads berikutnya yaitu top view. Jenis iklan ini ditampilkan dalam bentuk video dengan layar penuh dengan durasi kurang lebih 60 detik. Biasanya video akan muncul di dalam feed pertama setelah 3 detik. Sehingga para pengguna bisa menemukannya dengan mudah, atau lebih tepatnya sudah pasti akan menemukannya ketika membuka aplikasi TikTok.

3. Brand Takeover

Sama seperti top view, brand takeover juga menampilkan video layar penuh yang mana sudah pasti muncul ketika pengguna membuka aplikasi. Hanya saja durasi video pada jenis iklan ini hanya 3 sampai 5 detik, dan kemunculannya langsung terjadi tepat ketika aplikasi TikTok dibuka. Tidak hanya itu saja, iklan jenis ini pun nantinya akn muncul di halaman “For You” bisa dalam bentuk gambar atau video.

4. In-Feed Ads

TikTok ads berikutnya yaitu in-feed ads, yaitu iklan berbentuk video yang akan muncul di antara video pengguna. Iklan TikTok jenis ini bisa ditemukan oleh pengguna ketika menggulir halaman “For Your”. Apabila anda kurang familiar dengan TikTok, dan biasanya lebih sering menggunakan Instagram. Modelnya kurang lebih mirip dengan ketika anda melihat lihat Instagram Stories.

Hanya saja, untuk Instagram Stories di profil bergerak secara horizontal, sementara TikTok bergerak secara vertikal. Iklan in-feed ads memiliki durasi beberapa detik, jadi selama beberapa detik tersebut anda harus dapat mengajak target audiens untuk mengikuti arahan CTA yang telah di-input. Contohnya untuk mengunduh aplikasi, mengunjungi situs web, atau langsung melakukan pembelanjaan.

Jenis jenis iklan di TikTok pada ulasan di atas bisa anda gunakan untuk menggaet target audiens, guna meningkatkan penjualan bisnis. Namun tentu anda perlu membuat video yang interaktif dan menarik agar dapat melakukan hal tersebut. Maka dari itu, penggunaan jasa profesional seperti WEBARQ Digital Marketing Agency Jakarta bisa dipertimbangkan untuk membantu pengelolaan digital marketing.